Perkembangan Ekspor DKI Jakarta Januari 2024

Nilai ekspor Jakarta secara month to month pada Januari 2024 mencapai 833,10 Juta US Dollar, angka ini mengalami penurunan sebesar 8,89 persen dibandingkan Desember 2023. Sedangkan secara year on year nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 8,89 persen dibandingkan Januari 2023.

  1. Ekspor Migas dan Non Migas

Penurunan ekspor pada Januari 2024 mengalami penurunan dibandingkan Desember 2023 dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor nonmigas dari 930,63 Juta US Dollar menjadi 823,50 Juta US Dollar atau turun sebesar 11,51 persen. Meskipun terjadi kenaikan ekspor pada sektor migas sebesar 866 persen, namun kenaikan ini tidak mampu menghambat laju penurunan ekspor karena ekspor migas hanya berkontribusi sebesar 1,15 persen terhadap total ekspor.

Penurunan ekspor nonmigas disebabkan oleh menurunnya ekspor industri pengolahan sebesar 12,77 persen menjadi 774,05 Juta US Dollar. Ekspor industri pengolahan merupakan sektor penopang utama ekspor Jakarta dengan kontribribusi sebesar 92,91 persen.

  1. Ekspor Menurut Golongan Barang HS 2 Digit

Dari sepuluh komoditas yang memiliki nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2024, kelompok komoditas dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok logam mulia dan perhiasan/permata. Ekspor kelompok ini mengalami penurunan hingga 83,46 Juta US Dollar atau sebesar 71,16 persen, sedangkan peningkatan terbesar ada pada produk kimia sebesar 8,89 Juta US Dollar atau 31,58 persen.

Komoditas spesifik penyebab penurunan kelompok logam mulia dan perhiasan/permata yaitu barang perhiasan dan barang berharga yang turun sebesar 30,31 persen dan logam dasar mulia turun sebesar 99,82 persen. Sedangkan komoditas spesifik penyebab peningkatan ekspor pada kelompok komoditas berbagai produk kimia yaitu kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian naik 30,81 persen.

Komoditas lain yang juga mengalami penurunan nilaqi ekspor yaitu lemak dan minyak hewani/nbati 16,11 Juta US Dollar (minus 26,15 persen), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya 6,22 Juta US Dollar (minus 15,57 persen); pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) 2,39 Juta US Dollar (minus 11,44 persen); ikan, krustasea, dan moluska 15,14 Juta US Dollar (minus 11,04 persen); sabun dan preparat pembersih 2,06 Juta US Dollar (minus 7,86 persen); serta kendaraan dan bagiannya 10,47 Juta US Dollar (minus 5,23 persen). Sementara komoditas yang meningkat adalah pakaian dan aksesorisnya (rajutan) 4,72 Juta US Dollar (29,03 persen); serta mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya 7,57 Juta US Dollar (9,88 persen).

Selama Januari 2024, ekspor 10 golongan barang diatas memberikan kontribusi sebesar 73,17 persen terhadap total ekspor Jakarta. Dilihat adari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang tersebut mengalami penurunan sebesar 13,72 persen secara year on year.

  1. Ekspor Menurut Negara Tujuan

Total nilai ekspor nonmigas Januari 2024 di 10 negara tujuan mencapai 607,69 Juta US Dollar atau turun 6,93 persen dibandingkan Desember 2023. Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama, seperti Singapura turun 38,91 Juta US Dollar (minus 55,72 persen); Jepang turun 10,59 Juta US Dollar (minus 27,05 persen); Taiwan turun 7,16 Juta US Dollar (minus 20,48 persen); Tiongkok turun 20,60 Juta US Dollar (minus 12,97 persen); India turun 2,40 Juta US Dollar (minus 5,64 persen); dan Malaysia turun 1,12 Juta US Dollar (minus 1,63 persen). Selain itu negara yang mengalami peningkatan diantaranya yaitu Vietnam 14,77 Juta US Dollar (27,97 persen); Filipina 17,00 Juta US Dollar (24,06 persen); dan Thailand 6,68 Juta US Dollar (16,13 persen).

Ekspor ke Singapura mengalami penurunan terbesar disebabkan oleh turunnya permintaan kelompok komoditas logam mulia dan perhiasan/permata hingga 99,78 persen. Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor yang memiliki peran terbesar yaitu sebesar 16,60 persen. Tiga komoditas utama yang diekspor pada periode tersebut yaitu ikan, krustasea, dan moluska, lemak dan minyak hewani/nabati, serta berbagai produk kimia.

  1. Ekspor Menurut Sektor

Ekspor migas naik 866,86 persen dengan peningkatan ekspor bahan bakar mineral dengan komoditas spesifik yaitu hasil minyak (866,89 persen). Pada sektor nonmigas, ekspor produk industri pengolahan turun 12,77 persen yang disumbangkan oleh penurunan ekspor logam dasar mulia dan perhiasan/permata dan komoditas utama lainnya seperti krustasea, dan moluska; kendaraan dan bagiannya; lemak dan minyak hewani/nabati; mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya; serta sabun dan preparat pembersih. Ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 14,57 persen, yang disumbang oleh pningkatan ekspor susu, mentega, dan telur, serta buah buahan. Ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 47,65 persen yang disebabkan turunnya ekspor garam, belerang, batu, dan semen dengan komoditas spesifik bahan mineral lainnya. Secara year on year, pada Januari 2024 ekspor nonmigas Jakarta pada sektor industry pengolahan pengalami penurunan sebesar 11,66 persen, yang disumbangkan dari ekspor logam mulis dan perhiasan/permata. Ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan juga meningkat 38,09 persen, yang disebabkan oleh ekspor produk susu, mentega, telur, serta buah buahan. Selain itu ekspor produk pertambangan dan lainnya juga mengalami peningkatan sebesar 64,65 persen.

  1. Eskpor Menurut Benua

Sembilan dari sepuluh negara utama tujuan ekspor Jakarta adalah negara yang berada di benua Asia. Ekspor Benua Asia mengalami penjurunan sebesar 13,42 persen, penurunan ini dipicu oleh turunnya ekspor ke negara Tiongkok, Malaysia, India, Singapura, Jepang dan Taiwan. Berikutnya Benua Afrika turun sebesar 8,70 persen dengan Kenya sebagai negara dengan penurunan terbesar sebesar 74,97 persen.

 

Perkembangan Impor Januari 2024

Impor Jakarta pada Januari 2024 mencapai 6.052,59 Juta US Dollar. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,24 persen, dipicu oleh peningkatan pada sektor nonmigas. Impor nonmigas mendominasi impor Jakarta sebesar 96,76 persen. Namun untuk Impor migas turun sebesar 4,86 persen. Dominasi impor nonmigas sangat besar mempengaruhi pergerakan pertumbuhan impor pada periode ini.

sepuluh komoditi impor utama Jakarta berasal dari sektor nonmigas dengan pangsa 66,25 persen, mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya sebagai komoditi impor utama Jakarta dengan andil paling tinggi sebesar 20,76 persen terhadap total impor Jakarta. Sepuluh komoditi impor utama secara total tumbuh sebesar 5,05 persen, disebabkan oleh impor berbagai produk kimia meningkat sebesar 35,13 persen, bahan kimia organik sebesar 32,66 persen, dan plastik dan barang dari plastik sebesar 22,22 persen.

Selanjutnya impor dari benua Asia menyumbang 81,90 persen dari total impor Jakarta. Tiongkok menempati posisi pertama negara asal impor utama dengan andil 39,72 persen, dengan produk impor utama yaitu mesin dan peralatan mekanik dan bagiannya. Secara total, sepuluh negara impor utama naik 2,94 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara month to month Amerika Serikat menyumbang peningkatan terbesar yaitu 49,12 persen. Diikuti oleh India sebesar 17,59 persen, dan Thailand sebesar 9,34 persen.

Secara tahunan, impor Jakarta mengalami mpenurunan sebesar 4,08 persen, hal ini dipicu oleh melemahnya impor nonmigas sebesar 5,00 persen. Namun untuk impor migas secara tahunan menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 35,40 persen. Berdasarkan komoditas, penurunan enam komoditas utama impor pada periode ini menyebabkan total sepuluh komoditas impor utama mengalami penurunan sebesar 4,30 persen dibandingkan Januari 2023, hal ini disebabkan dari turunnya keendaraan dan bagiannya sebesar 30,14 persen. Komoditas lainnya yang mengalami penurunan yaitu besi dan baja sebesar 18,45 persen, dan serealia sebesar 12,22 persen.

Selanjutnya jika berdasrkan negara impor utama, disumbang oleh penurunan impor produk dari Jepang sebesar 26,41 persen secara year on year, disebabkan oleh turunnya komoditas kendaraan bermotor dan komponennya (terbongkar tidak lengkap), kendaraan dan bagiannya, dan barang dari besi dan baja.

Alamat Kami

Dinas PPKUKM Jl. Perintis Kemerdekaan/ BGR I No.3, Jakarta Utara 14240