1. Perkembangan Ekspor Month to Month

Pada Oktober 2023 ekspor Jakarta senilai 1.003,39 juta US Dollar, angka ini naik 4,15 persen dibandingkan September 2023. Kenaikan ekspor ini dioicu oleh naiknya ekspor non migas pada Oktober 3023, dan kenaikan ekspor sektor industry pengolahan sebesar 5,02 persen menjadi penyumbang kontribusi terbesar naiknya sektor non migas. Sementara itu, untuk ekspor sektor migas mengalami penurunan yang dipicu oleh turunnya ekspor pada produk hasil minyak sebesar 24,23 persen.

Ditinjau dari sisi komoditas, ekspor delapan kelompok komoditas utama mengalami kenaikan dibandingkan bulan September 2023. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) sebesar 42,88 persen, dengan nilai 26,87 juta US Dollar, dengan peningkatan ekspor komoditas ini ke Singapura yang mencapai 335,44 persen menjadi kontribusi terbesar. Jika dilihat lebih dalam, produk utama pemicu kenaikan pada kelompok komoditas ini adalah pakaian jadi (konveksi) dari tekstil sebesar 338,25 persen.

Peningkatan berikutnya terjadi pada kelompok ikan, krustasea, dan moluska sebesar 24,82 persen dengan nilai 104,86 juta US Dollar. Komoditas dengan kribusi terbesar yaitu kelompok biota air lainnya yang dibekukan, dengan negara tujuan ekspor ke Tiongkok yang naik sebesar 43,17 persen. Komoditas lain yang juga meningkat yaitu kelompok lemak dan minyak hewani/nabati seebesar 19,61 persen dengan nilai 54,15 juta US Dollar, dengan kelompok minyak makan dan lemak nanati menjadi pemicu utama kelompok ini dengan peningkatan sebesar 31,98 persen ke negara Tiongkok.

Selanjutnya, ekspor ke Sebagian besar negara utama mengalami peningkatan. Ekspor ke enam negara tujuan utama meningkat, India menjadi negara dengan peningkatan terbesar yang mencapai 53,19 persen. Peningkatan ekspor India ini dipicu oleh permintaan kelompok logam mulia dan perhiasan/permata yang meningkat sebesar 274,75 persen dengan komoditas spesifiknya barang perhiasan dan barang berharga. Negara lainnya yang naik yaitu Thailand sebesar 25,51 persen, Tiongkok sebesar 24,05 persen, Vietnam sebesar 14,59 persen, Singapura sebesar 10,56 persen, dan Filipina sebesar 0,65 persen.  Sementara itu, ekspor empat negara lainnya mengalami penurunan. Penurunan terdalam ada pada Jepang sebesar 16,92 persen yang dipicu oleh turunnya ekspor kelompok kendaraan dan bagiannya sebesar 1,05 persen, kemudian disusul oleh Hongkong sebesar 6,58 persen, Amerika Serikat sebesar 6,48 persen, dan Malaysia sebesar 0,90 persen.

 

  1. Perkembangan Ekspor Year on Year

Ekspor Oktober 2023 secara tahunan (yoy) mengalami peningkatan sebesar 1,45 persen, kenaikan ini dipicu oleh kenaikan nilai ekspor pada enam kelompok komoditas utama. Kelompok logam mulia dan perhiasan/permata mengalami peningkatan tertinggi mencapai 75,64 persen, yang dipicu oleh kenaikan ekspor ke negara Hongkong sebesar 252,61 persen. Komoditas lainnya yang juga mengalami kenaikan yaitu pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) naik sebesar 43,80 persen. Selanjutnya yaitu komoditas lainnya yaitu olahan dari tepung naik sebesar 29,58 persen, sabun dan preparate pembersih naik sebesar 25,38 persen, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya naik sebesar 17,48 persen, dan ikan, krustasea, dan moluska naik sebesar 10,21 persen. Sementara empat komoditas lainnya yang juga mengalami penurunan yaitu lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 38,97 persen, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar 16,68 persen, kendaraan dan bagiannya sebesar 11,84 persen, dan berbagai produk kimia sebesar 4,43 persen.

Jika dilihat berdasarkan negara tujuan utama ekspor, secara tahunan (yoy), terjadi peningkatan terhadap enam negara tujuan. Hongkong menjadi negara dengan peningkatan terbesar mencapai 171,93 persen, dipicu oleh naiknya ekspor logam mulia dan perhiasan/permata sebesar 252,61 persen. Negara lainnya itu India naik sebesar 96,22 persen, Thailand naik sebesar 31,17 persen, Jepang naik sebesar 24,24 persen, Singapura naik sebesar 11,90 persen, dan Vietnam naik sebesar 2,09 persen. Sementara itu, empat negara lainnya mengalami penurunan, yaitu Filipina mengalami penurunan terdalam dengan minus 20,68 persen, Tiongkok turun sebesar minus 15,00 persen, Malaysia turun minus 10,60 persen, dan Amerika Serikat turun minus 0,78 persen.

Alamat Kami

Dinas PPKUKM Jl. Perintis Kemerdekaan/ BGR I No.3, Jakarta Utara 14240