1. Perkembangan Ekspor secara Month to Month

Ekspor DKI Jakarta pada Agustus 2023 tercatat sebesar 979,45 Juta US Dollar, angka ini naik 9,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan pada Agustus 2023 ini dipicu oleh naiknya sektor migas dan non migas. Sektor migas mengalami kenaikan sebesar 115,88 persen, kenaikan signifikan ekspor migas ini terjadi pada produk minyak mentah sebesar 115,90 persen. Sedangkan pada sektor non migas, kenaikan dipivu oleh peningkatan industry pengolahan sebesar 9,70 persen, serta kenaikan juga terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya sebesar 177,12 persen. Hanya sektor pertanian yang mengalami penurunan sebesar 8,09 persen.

Dilihat dari sisi komoditas, semua komoditas mengalami kenaikan nilai ekspor jika dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati yang naik sebesar 30,48 persen dengan nilai 64,73 Juta US Dollar. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan ekspor ke Tiongkok yang signifikan hingga 55,37 persen, dengan produk utama yang memiliki andil dalam kenaikan ini yaitu minyak makan dan lemak nabati.

Kenaikan tertinggi selanjutnya terjadi pada kelompok berbagai produk kimia yaitu sebesar 29,66 persen, dengan nilai 38,91 Juta US Dollar. Komoditas spesifik yang memiliki kontribusi pada kenaikan ekspor pada kelompok kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kenaikan di picu oleh  permintaan ekspor yang signifikan yaitu sebesar 81,73 persen ke Tiongkok.

Komoditas lain yang juga meningkat yaitu kelompok logam mulia dan perhiasan/permata dan mesuan dan perlengkapan elektrik serta bagiannya. Kedua komoditas ini mengalami kenaikan dipengaruhi oleh adanya peningkatan permintaan ekspor ke Hong Kong hingga lebih dari 90 persen.

Jika dilihat dari negara tujuan, terjadi peningkatan terhadap tujuh negara utama. Kenaikan tertinggi terjadi pada Hong Kong dengan keaikan sebesar 68,63 persen. Diikuti oleh Jepang  (27,45 persen), Taiwan (19,15 persen), Amerika Serikat (16,23 persen), Tiongkok (8,37 persen), Filipina (5,95 persen) dan Malaysia (0,78 persen). Kenaikan ekspor ke Hongkong pada Agustus 2023 terutama disebabkan karena naiknya permintaan ekspor dua komoditas utama (share 90,65 persen) yaitu kelompok logam mulia dan perhiasan/permata sebesar 92,60 persen dan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya 108,70 persen.

Sementara itu, terjadi pula penurunan ekspor pada ketiga negara tujuan utama. Penurunan terdalam terjadi pada Singapura yang mengalami penurunan sebesar 12,53 persen, yang disebabkan oleh turunnya permintaan logam mulia dan perhiasan/permata dan tidak adanya ekspor komoditas kapal, perahu, dan struktur terapung seperti bulan sebelumnya. Penurunan ekspor ke Singapura cukup dalam mengingat kedua komoditas utama tersebut berkontribusi hingga 67,02 persen. Penurunan ekspor berikutnya ke Vietnam minus 7,24 persen, dan Thailand minus 7,11 persen.

 

  1. Perkembangan Ekspor Year on Year

Pada Agustus 2023 nilai ekspor DKI Jakarta secara tahunan mengalami penurunan sebesar minus 2,85 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan pada nilai ekspor pada tujuh kelompok komoditas utama. Penurunan paling dalam terjadi pada kelompok komoditas pakaian dan aksesorisnya (rajutan) sebesar minus 19,19 persen, dikarenakan penurunan ekspor ke negara Kanada. Kanada sebagai negara kedua tujuan ekspor komoditas ini setelah Amerika Serikat turun sebesar minus 62,83 persen.

Komoditas lain yang juga mengalami penurunan yaitu kendaraan dan bagiannya sebesar minus 11,85 persen. Penurunan pada komoditas ini sangat mempengaruhi total ekspor Jakarta karena memiliki share paling tinggi dari komoditas lainnya yaitu 26,20 persen, sehingga ekspor pada bulan ini belum cukup untuk menunjukan pertumbuhan positif dari tahun lalu.

Sementara itu, terdapat tiga komoditas utama yang mengalami peningkatan nilai ekspor dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi pada komoditas logam mulia dan perhiasan/permata sebesar 53,01 persen, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar 16,90 persen, serta sabun dan prepart pembersih sebesar 4,20 persen. Komoditas logam mulia dan perhiasan/permata mengalami peningkatan  secara year on year maupun month to month. Peningkatan kali ini dipengaruhi adanya peningkatan yang tinggi ke Hong Kong sebesar 138,41 persen dengan produk spesifik berupa barang perhiasan dan barang berharga. Sedangkan ekspor komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya meningkat secara drastis ke Hong Kong hingga 1267,83 persen dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan negara tujuan utama ekspor, penurunan ekspor terjadi pada separuh negara tujuan utama. Penurunan terdalam ada pada Malaysia sebesar minus 26,60 persen, hal ini dipengaruhi oleh turunnya ekspor komoditas kendaraan dan bagiannya sebesar minus 4,25 persen, dan mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya sebesar minus 28,33 persen. Negara berikutnya yang juga mengalami penurunan ekspor adalah Vietnam minus 26,42 persen, Filipina minus 16,06 persen, Thailand minus 13,67 persen, dan Amerika Serikat minus 3,38 persen. Sementara itu, lima negara lainnya mengalami peningkatan ekspor. Hongkong menjadi satusatunya negara utama yang kenaikan nilai ekspornya diatas 100 persen. Naiknya permintaan logam mulia dan perhiasan/permata dan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya menjadi pemicu utama. Negara berikutnya yang naik yaitu Jepang (38,02 persen), Taiwan (29,27 persen), Singapura (16,00 persen), dan Tiongkok (7,01 persen).

Alamat Kami

Dinas PPKUKM Jl. Perintis Kemerdekaan/ BGR I No.3, Jakarta Utara 14240