A.Perkembangan Eskpor
Nilai ekspor Jakarta Januari–Juli 2025 mencapai US$ 9.793,81 juta atau naik 38,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$ 9.774,93 juta naik 39,13 persen.
Nilai ekspor Jakarta pada Juli 2025 mencapai US$ 1.539,76 juta atau naik 18,47 persen dibanding Juli 2024. Ekspor nonmigas Juli 2025 mencapai US$ 1.536,34 juta, naik 18,51 persen dibanding Juli 2024.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor terbesar Januari–Juli 2025, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah alas kaki sebesar US$ 1.368,67 juta (277,59 persen). Sementara itu penurunan nilai ekspor komoditas terbesar adalah ikan, krustasea, dan moluska sebesar US$ 19,86 juta (minus 3,28 persen).
Ekspor terbesar pada Januari–Juli 2025 adalah ke Amerika Serikat yaitu US$ 1.289,12 juta, disusul Tiongkok US$ 949,74 juta, dan Thailand US$ 837,66 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,41 persen.
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juli 2025 naik sebesar US$ 2.759,44 Juta (41,09 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun US$ 9,27 juta (minus 3,00 persen), diikuti oleh ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun US$ 0,76 juta (minus 92,68 persen).
B.Perkembangan Impor
Nilai impor Jakarta Januari–Juli 2025 mencapai US$ 45.535,77 juta atau naik 8,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas yang mencapai US$ 43.999,80 juta naik 9,59 persen.
Nilai impor Jakarta pada Juli 2025 mencapai US$ 7.421,84 juta atau naik 2,35 persen dibanding Juli 2024. Impor nonmigas Juli 2025 mencapai US$ 7.222,72 juta, naik 3,36 persen dibanding Juli 2024.
Dari sepuluh kelompok komoditas dengan nilai impor terbesar Januari–Juli 2025, kelompok komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 1.447,83 juta (39,24 persen). Sementara itu penurunan nilai impor kelompok komoditas terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar US$ 113,52 juta (minus 6,80 persen).
Tiga negara pemasok barang impor terbesar pada Januari–Juli 2025 adalah Tiongkok US$ 19.258,11 juta (42,29 persen), Jepang US$ 4.846,69 juta (10,64 persen), dan Thailand US$ 3.294,99 juta (7,24 persen).
Menurut klasifikasi golongan penggunaan barang (BEC), nilai impor barang modal selama Januari–Juli 2025 meningkat sebesar US$ 2.349,04 juta (24,01 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, diikuti oleh peningkatan impor bahan baku/penolong sebesar US$ 954,85 juta (3,58 persen), dan barang konsumsi sebesar US$ 443,32 juta (8,31 persen).

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2025