City Talk Series “Beyond Borders” Bahas Strategi Meningkatkan Daya Saing Bisnis Lokal Jakarta
JAKARTA,
17 September 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
(PPKUKM) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk
meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas usaha, serta memperluas
akses ke pasar internasional.
Upaya
tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam City Talk Series “Beyond Borders:
Positioning Jakarta’s SMEs for Global Competitiveness” yang digelar Karsa
CityLab di Side Stage JITEX 2026, JIExpo Convention Center, Kemayoran, Kamis
(17/9).
Diskusi
mengangkat pertanyaan “How can Jakarta’s local businesses move beyond the
domestic market and compete globally?” dengan menghadirkan Kepala Dinas
PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, bersama Founding
Partner Schroeder Ventures Daniel Schroeder dan Managing Director Karsa CityLab
Dedi Kusuma sebagai pembicara. Diskusi dipandu oleh Founding Editor Written.id
Stella Mailoa.
Kepala
Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat dukungan kepada UMKM agar
mampu memenuhi berbagai persyaratan dan standar yang dibutuhkan untuk
memperluas pasar.
“Kami
telah membantu UMKM mendapatkan sertifikasi halal dan izin edar. Kami juga
terus berkomitmen untuk mengkurasi produk-produk baru dan mendukung UMKM untuk
mengikuti berbagai pameran internasional,” ujar Ratu.
Menurut
Ratu, peningkatan kualitas dan kesiapan produk menjadi bagian penting dalam
membuka akses UMKM Jakarta terhadap pasar yang lebih luas. Selain dukungan
fasilitasi, UMKM juga perlu memiliki produk yang memiliki daya saing serta
mampu memenuhi kebutuhan konsumen di pasar nasional maupun global.
Sementara
itu, Managing Director Karsa CityLab Dedi Kusuma menilai Jakarta memiliki
posisi strategis sebagai etalase Indonesia sekaligus kota dengan potensi
kreativitas dan kewirausahaan yang besar.
“Jakarta
adalah etalase Indonesia, yang mewakili semua yang ada di Tanah Air. Kita perlu
mendorong keahlian artisanship Jakarta ke panggung global agar dapat
dikenal di pasar internasional dan menjadi semakin kompetitif,” kata Dedi.
Dedi
juga menekankan pentingnya kemampuan pelaku usaha untuk membaca tren dan
beradaptasi dengan perubahan pasar. Menurutnya, pengalaman dari berbagai daerah
di Indonesia dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha Jakarta dalam
mengembangkan produk dan membangun cerita yang relevan bagi pasar global.
“Kota
lain di Indonesia mampu dengan cepat membaca tren dan adaptif. Jakarta juga
perlu belajar dari hal tersebut untuk dapat bersaing di tingkat global,
termasuk dengan memanfaatkan berbagai cerita yang dapat menarik perhatian
pasar,” ujarnya.
Dari
perspektif investasi, Founding Partner Schroeder Ventures Daniel Schroeder
menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi ekonomi Indonesia, termasuk
kekuatan dan ketahanan pelaku UMKM.
“Saya
memilih untuk berinvestasi di Indonesia karena ketahanan dan semangat
masyarakatnya. Banyak UMKM di sini yang dijalankan oleh perempuan dan
mencerminkan tingkat ketahanan yang tinggi. Potensi seperti ini layak untuk
terus didukung,” ungkap Daniel.
Diskusi
juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem dan wadah yang dapat
mempertemukan serta menampilkan pelaku UMKM potensial dari Jakarta. Keberadaan platform
bersama dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus
mengangkat kisah keberhasilan UMKM Jakarta kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui
forum tersebut, Dinas PPKUKM bersama berbagai pemangku kepentingan mendorong
penguatan ekosistem UMKM Jakarta melalui peningkatan kualitas produk, perluasan
jejaring, akses promosi dan pameran, serta pembukaan peluang kerja sama dan
investasi.
City
Talk Series “Beyond Borders” menjadi bagian dari rangkaian agenda JITEX 2026
yang berlangsung pada 16–19 September 2026 di JIExpo Kemayoran. Masyarakat dan
pelaku usaha dapat hadir untuk melihat beragam produk unggulan, memperluas
jejaring bisnis, serta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang menghadirkan
peluang kolaborasi bagi UMKM Jakarta dan pelaku usaha lainnya.