Dinas PPKUKM | Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Gabung JITEX 2026, Business Matching ke-32 Buka Peluang Pasar dan Kolaborasi Lebih Luas bagi Pelaku Usaha

Gabung JITEX 2026, Business Matching ke-32 Buka Peluang Pasar dan Kolaborasi Lebih Luas bagi Pelaku Usaha

Jakarta, 16 September 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM kembali menghadirkan Business Matching (BM) Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) ke-32 sebagai ruang pertemuan bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, membangun jejaring, dan menjajaki peluang kerja sama. Berlangsung pada 16–19 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Business Matching P3DN tahun ini terintegrasi dengan Jakarta International Investment, Tourism, Trade, and SMEs Expo (JITEX) 2026.

 

Integrasi ini memberikan kesempatan lebih luas yang strategis mempertemukan kebutuhan belanja Pemerintah dengan para Produsen produk bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta menumbuhkan kebanggaan dan kesadaran akan merek Indonesia. Selain mendorong transaksi, Business Matching P3DN juga menjadi ruang untuk membangun koneksi dan menjajaki kolaborasi lintas sektor, memperkenalkan produk sekaligus bertemu dengan buyer, investor, maupun calon mitra bisnis dari dalam dan luar negeri.

 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, Business Matching tidak hanya menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, tetapi juga membuka peluang terbentuknya jejaring bisnis yang lebih luas.

 

Business Matching P3DN bukan hanya tentang mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga membuka ruang untuk saling mengenal, membangun koneksi, dan menemukan peluang kolaborasi. Dengan dilaksanakan bersama


JITEX, pelaku usaha memiliki kesempatan bertemu dengan lebih banyak calon mitra, buyer, investor, maupun exhibitor dari berbagai sektor dan negara,” ujar Ratu.

 

JITEX 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Dalam rangka menyambut lima abad Jakarta, JITEX hadir sebagai ajang yang mengangkat peran Jakarta sebagai Kota Global dalam bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan UMKM. Melalui pameran dan konferensi internasional ini, pelaku usaha dapat menunjukkan potensi bisnis sekaligus memperluas akses ke buyer dan investor dari dalam maupun luar negeri.

 

Selama empat hari, Business Matching P3DN ke-32 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari promosi dan presentasi produk, sosialisasi, hingga pertemuan bisnis. Sebanyak 18 perusahaan mendapatkan kesempatan mempromosikan produknya melalui sesi presentasi sekaligus membuka booth di area kegiatan. Peserta juga dapat memanfaatkan Breakout Room di Gedung Pusat Niaga lantai 6 untuk berdiskusi, membangun jejaring, dan menjajaki potensi kerja sama lebih lanjut.

 

Tak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra, Business Matching juga memberikan penguatan pengetahuan yang relevan dengan pengembangan usaha. Salah satunya melalui sosialisasi mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok dalam negeri, meningkatkan kualitas produk, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

 

Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian, Kris Sasono Ngudi Wibowo, menjelaskan pentingnya TKDN dalam mendorong penggunaan bahan baku dan komponen dalam negeri. Sementara itu, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati, menekankan bahwa pemenuhan


standar menjadi salah satu jembatan antara produsen dan konsumen, termasuk untuk memasuki pasar internasional.

 

“Standar itu menjadi bahasa kedua setelah uang. Ketika produk sudah memenuhi standar, ada jembatan antara produsen dan konsumen, termasuk ketika produk ingin masuk ke pasar internasional,” ujar Nur.

 

Materi lainnya membahas tanggung jawab hukum dan perlindungan konsumen dalam bisnis agen perjalanan. Sosialisasi kedua ini menghadirkan

3 narasumber; Asisten Deputi Standardisasi dan Sertifikasi Usaha, Deputi Bidang Industri dan Investasi, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Franc Orlando, Sekretaris Jenderal DPP Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budijanto Ardiansjahh, serta Anggota BPSK Provinsi DKI Jakarta, Sularsi. Pembahasan mencakup persoalan yang kerap muncul dalam layanan perjalanan, seperti perubahan jadwal, pembatalan, refund, serta penyelesaian sengketa terkait wanprestasi dan force majeure. Pelaku usaha juga diingatkan untuk memberikan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada konsumen serta memahami hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam transaksi.

 

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dengan peluang, informasi, dan jejaring yang dapat mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan. Dengan mempertemukan berbagai pelaku usaha, buyer, investor, dan mitra dari beragam sektor, Business Matching diharapkan dapat membuka akses pasar dan kolaborasi yang lebih luas.

 

“Harapannya, pertemuan yang terjadi tidak berhenti pada promosi produk selama acara, tetapi dapat berlanjut menjadi koneksi dan kerja sama nyata setelah Business Matching selesai. Semakin luas jejaring yang dibangun, semakin besar pula kesempatan pelaku usaha untuk berkembang dan membuka pasar baru,” tutup Ratu.
Bagikan: