Dinas PPKUKM | Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Kepala Dinas PPKUKM Jajaki Investasi dan Kerja Sama Strategis dengan Mitra Tiongkok

Kepala Dinas PPKUKM Jajaki Investasi dan Kerja Sama Strategis dengan Mitra Tiongkok

GUANGZHOU, 5 September 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperluas jejaring investasi dan kerja sama ekonomi internasional melalui rangkaian agenda Choose Jakarta 2026 di Guangzhou, Tiongkok. Di sela keikutsertaan Jakarta dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) ke-21, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, melakukan tiga pertemuan strategis dengan Zhongjiao CCCC, Pemerintah Nanchang, serta Guangzhou International Economic & Technical Cooperation Co., Ltd. (GIETC). 


Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang infrastruktur, transportasi, pengelolaan air, teknologi, hingga investasi pada proyek strategis Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari misi Choose Jakarta untuk memperkenalkan Jakarta bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi investor dan pelaku usaha internasional.


“Jakarta sedang berada dalam fase transformasi menuju kota global. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi mitra internasional untuk mendukung pembangunan infrastruktur, teknologi, maupun pengembangan ekosistem ekonomi Jakarta,” ujar Ratu. 


Jajaki Kolaborasi Infrastruktur dan Smart Water Management dengan Zhongjiao CCCC 


Dalam pertemuan dengan Zhongjiao CCCC, Pemprov DKI Jakarta membahas peluang investasi dan kolaborasi pembangunan infrastruktur, khususnya transportasi terintegrasi serta teknologi pengelolaan air.


Ratu menyampaikan, Jakarta tengah memetakan kebutuhan investasi pembangunan dalam lima tahun ke depan mencapai Rp1.064 triliun, termasuk sekitar Rp657 triliun untuk 14 Proyek Strategis Jakarta. Sejumlah proyek tersebut mencakup Jakarta Sewerage System, pengembangan MRT sepanjang 62 kilometer, dan LRT sepanjang 57,8 kilometer.


Pertemuan juga membahas peluang kolaborasi antara CCCC dan PAM Jaya dalam pengembangan smart water management. Dengan cakupan pelayanan sekitar 8,2 juta pelanggan dan target perluasan hingga seluruh penduduk Jakarta, kebutuhan terhadap teknologi pemantauan jaringan, efisiensi distribusi, dan pengurangan kehilangan air menjadi semakin penting.


Pemerintah Nanchang Buka Peluang Kerja Sama Antarkota


Agenda berikutnya dilanjutkan melalui pertemuan dengan Pemerintah Nanchang untuk menjajaki peluang kerja sama antarkota, khususnya pada pengembangan industri bernilai tambah tinggi.


Jakarta melihat potensi pembelajaran dari Nanchang dalam pengembangan sektor kedirgantaraan, ekonomi digital, Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI). Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan upaya Jakarta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan digital.


“Peluang kerja sama dapat diarahkan pada pertukaran sumber daya manusia, transfer teknologi, hingga pengembangan UMKM kreatif dan digital agar mampu naik kelas ke pasar global,” ujar Ratu.


Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang kunjungan balasan Pemerintah Nanchang dan pelaku usaha setempat ke Jakarta untuk melihat langsung potensi kolaborasi dan peluang investasi yang tersedia.


Pertemuan ini memperkuat agenda Choose Jakarta 2026 yang tidak hanya mendorong promosi Jakarta, tetapi juga membangun koneksi antarpemerintah dan pelaku usaha untuk menghasilkan kerja sama yang lebih konkret.


GIETC Didorong Masuk ke Portofolio 14 Proyek Strategis Jakarta



Sementara itu, pertemuan dengan Guangzhou International Economic & Technical Cooperation Co., Ltd. (GIETC) difokuskan pada penjajakan investasi dan kerja sama pembangunan infrastruktur Jakarta.


Pemprov DKI Jakarta menawarkan peluang kolaborasi dalam sejumlah proyek strategis, termasuk transportasi terintegrasi, Jakarta Sewerage System, pengelolaan limbah domestik, serta penerapan teknologi hijau dan konstruksi pintar untuk fasilitas publik.


Dengan kebutuhan investasi pembangunan mencapai Rp1.064 triliun dalam lima tahun ke depan, Jakarta menawarkan skema creative financing seperti KPBU, KSP, dan JV sebagai model kemitraan yang berbagi risiko dan berkelanjutan secara finansial.


Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan komitmen menciptakan iklim investasi yang memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha melalui penerapan sistem perizinan berbasis risiko digital Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA).


Ratu berharap penjajakan bersama GIETC dapat berlanjut pada kerja sama yang lebih konkret, termasuk penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan kunjungan delegasi GIETC ke Jakarta untuk melihat langsung proyek-proyek strategis yang ditawarkan.


Memperkuat Posisi Jakarta di Tengah Momentum CISMEF dan APEC



Tiga pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa keikutsertaan Jakarta dalam Choose Jakarta 2026 di CISMEF tidak hanya berorientasi pada promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas konektivitas investasi dan kerja sama ekonomi.


CISMEF menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan internasional. Momentum ini dimanfaatkan Jakarta untuk memperkenalkan potensi ekonomi sekaligus membuka akses langsung kepada mitra potensial di Tiongkok.


Keikutsertaan Jakarta juga berlangsung dalam rangkaian agenda Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang memberikan perhatian terhadap penguatan peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi kawasan. Momentum tersebut semakin memperkuat agenda Choose Jakarta dalam mendorong perluasan akses pasar, transformasi digital, dan peningkatan daya saing pelaku usaha Jakarta.


Rangkaian agenda ini turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) sebagai jejaring yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha dan mitra ekonomi di kawasan Asia.


Melalui sinergi Choose Jakarta, CISMEF, ATTEC, dan momentum APEC, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong agar setiap koneksi internasional dapat diterjemahkan menjadi peluang investasi, transfer teknologi, kerja sama antarkota, maupun pengembangan kapasitas pelaku usaha lokal.


“Jakarta terbuka untuk membangun kemitraan yang lebih erat dan konkret. Kami ingin memastikan setiap koneksi yang terbangun dalam forum internasional dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Jakarta sekaligus membuka peluang bagi dunia usaha,” pungkas Ratu. 


Untuk mendukung pembiayaan proyek, Jakarta juga membuka berbagai skema creative financing, termasuk KPBU, KSP, dan Joint Venture (JV). 

Bagikan: