Dinas PPKUKM DKI Jakarta Jajaki Kerja Sama UMKM, Pengembangan Kota, dan Pembiayaan dengan Shenzhen Luohu District
SHENZHEN, 4 September 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) terus memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang perdagangan, investasi, UMKM, dan pengembangan kota. Penjajakan dilakukan melalui pertemuan Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, dengan Shenzhen Luohu District, Jumat (4/9).
Pertemuan membahas peluang kerjasama perdagangan, cross-border e-commerce, jasa modern, urban tourism, serta pengembangan UMKM.
“Kami melihat banyak kesamaan antara Jakarta dan Luohu. Karena itu, kerja sama dapat dikembangkan tidak hanya dibidang perdagangan dan UMKM, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan kawasan perkotaan yang efisien,” ujar Ratu.
Di sektor UMKM, Dinas PPKUKM mendorong penguatan hubungan SME-to-SME, sejalan dengan kehadiran 22 UMKM unggulan Jakarta melalui program Choose Jakarta pada China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou. Ke depan, penjajakan district-to-city exchange antara Jakarta dan Luohu diarahkan untuk memperkuat pertukaran UMKM serta berbagi praktik terbaik pengembangan kawasan.
Selain kerja sama ekonomi dan perkotaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkesempatan menjajaki potensi kerjasama alternatif pembiayaan melalui instrumen obligasi berdenominasi Chinese Yuan (CNY/RMB). Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi sumber pendanaan pembangunan dan program strategis daerah,sekaligus membuka akses terhadap sumber pembiayaan internasional yang lebih beragam.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendukung investasi pada sektor-sektor prioritas, pengembangan industri bernilai tambah, serta penguatan ekosistem ekonomi dan investasi Jakarta. Dalam jangka panjang, diversifikasi pembiayaan ini turut diarahkan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat bisnis, investasi, dan kegiatan ekonomi regional.
“Yang kami dorong adalah kerjasama yang konkret dan memberikan manfaat bagi Jakarta, baik melalui penguatan UMKM dan perdagangan, pengembangan kota, maupun terbukanya akses terhadap sumber pembiayaan dan investasi internasional,” jelas Ratu.
Penjajakan ini berlangsung dalam rangkaian keikut sertaan Indonesia sebagai Co-host Country CISMEF 2026 yang menjadi bagian dari momentum kerja sama ekonomi Asia-Pasifik menuju APEC Economic Leaders’ Meeting di Shenzhen pada 18–19 November 2026. Dalam rangkaian tersebut, Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) turut berperan sebagai fasilitator dalam membuka koneksi antara Pemprov DKI Jakarta dan mitra strategis di Tiongkok.
“CISMEF dan rangkaian agenda APEC menjadi momentum strategis untukmemperkuat konektivitas Jakarta denganpasar, investasi, teknologi, dan mitrausaha di kawasan Asia,” pungkas Ratu.