Dinas PPKUKM | Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Belajar dari Guangzhou, Jakarta Dorong Penguatan Industri dan Pasar Perdagangan

Belajar dari Guangzhou, Jakarta Dorong Penguatan Industri dan Pasar Perdagangan

GUANGZHOU, [03/09/2026] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) memperkuat wawasan dan jejaring kerja sama internasional melalui pertemuan yang mempertemukan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman; Acting Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Andalusia Tribuana Tungga Dewi; Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo (Ratu); serta   Ketua  Asia Trade,  Tourism and  Economics   Council   (ATTEC), Budihardjo Iduansjah.


Pertemuan tersebut diinisiasi oleh ATTEC  bersama Kementerian UMKM RI sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring dan pertukaran pengetahuan terkait  pengembangaindustri  dan perdagangan. Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai potensi pembelajaran dari perkembangan industri dan perdagangan di Guangzhou serta  peluang  penguatan ekosistem  usaha di Jakarta.


Salah  satu  pembahasan utama adalah mengenai  strategi  pengembangan industri di Guangzhou.Penguatan industri dilakukan denganmemperkokoh industri dasar sebagai fondasi, kemudian dilanjutkan denganproses hilirisasi untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk.


Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan pengalaman   Guangzhou menjad salah   satu  pembelajaran penting bagi Jakarta dalam melihat pengembangan industri secara lebih terintegrasi.


Yang menarik untuk  kita pelajari adalah bagaimana penguatan industri tidak hanya  berhenti  pada perdagangan  produk   akhir.  Fondasi  industri  dasar diperkuat terlebih dahulu, kemudian hilirisasi didorong untuk menciptakan nilai tambah yanglebih besar. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita dalam melihat bagaimana industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, ujar Ratu.


Menurut Ratu, penguatan   industri  juga  perlu  berjalan  beriringan  dengan pengembangan pasar. Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa dengan ekosistem pasaryang besar, sehingga perluterus  dioptimalkan  untuk   mendukung penyerapan  produ industri  maupun UMKM.


Dalam pertemuan tersebut turut  dibahas konsep captive market, khususnya dalam kontekspenguatan pasar perdagangan grosir (wholesale) di Jakarta. Pengembangan   pasa yang  memiliki   basis  permintaa dajaringan penyerapan yang kuat dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya.


Bagaimana produk  kita bisa berkembang, tidak hanya bergantungpada kemampuan produksinya, tetapi juga bagaimana kita membangun pasarnya. Jakarta punya kekuatan sebagai pusat perdagangan dengan pasar yang besar. Ini yang perlu kita optimalkan agar industri dan UMKMmemiliki akses pasar yang kuat, jelas Ratu.


Pertukaran pengalaman dengan Guangzhou juga menjadi bagian dari upaya Dinas PPKUKM  untuk memperluas perspektif dalam pengembangan sektor perindustrian  dan  perdagangan  di  Jakarta.  Kolaborasi antarpemerintah, dunia  usaha,  asosiasi,   serta  jejarin internasional  dinilai  penting   untuk membuka peluang kerja sama dan memperkuatdaya saing pelaku usaha.


Jakarta perlu terus belajar dari kota-kota yang memiliki ekosistem industri dan perdagangan  yang kuat. Yang kita ambil bukan hanya modelnya, tetapi bagaimana pengalaman tersebut dapat kita adaptasi sesuai karakter dan kebutuhan Jakarta, tutur Ratu.


Melalui pertemuan ini, Dinas PPKUKM berharap jejaring kerja sama antara Jakarta dan Guangzhou dapat terus diperkuat, khususnya dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan industri berbasis nilai tambah, perluasan akses pasar, serta pembukaan peluang kerja sama perdagangan dan investasi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha di Jakarta.


Bagikan: