Business Matching P3DN Batch 31, Perkuat Komitmen Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Dukung Industri Nasional
Jakarta, 13 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakartamelalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah(PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan Business MatchingPeningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Batch 31 Tahun 2026 di RuangSerbaguna M.H. Thamrin, Gedung Grha Ali Sadikin, Balai Kota Provinsi DKIJakarta, Senin (13/7).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutanPemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat implementasi ProgramPeningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sekaligus mempertemukanprodusen nasional dengan calon pengguna dari unsur pemerintah, BUMD, maupunsektor swasta melalui skema business matching.
Business Matching Batch 31 berlangsung selama empat hari,mulai 13 hingga 16 Juli 2026. Selain menghadirkan puluhan perusahaan nasionaldari berbagai sektor industri, kegiatan ini juga diisi dengan beragam sesisosialisasi dan pendampingan, di antaranya Sertifikasi Halal, KeanekaragamanBatik Betawi (IKJ), Tata Cara Pendaftaran Perseroan Perorangan oleh KementerianHukum, Sertifikasi SNI bagi industri konstruksi, tekstil dan alas kaki,fasilitasi kepemilikan Nomor Induk Koperasi (NIK), Sosialisasi Kredit IndustriPadat Karya dari Kementerian Perindustrian, hingga monitoring capaian P3DNTriwulan II.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth RatuRante Allo, mengatakan bahwa penyelenggaraan Business Matching tidak hanyamenjadi wadah promosi produk dalam negeri, tetapi juga merupakan langkahstrategis untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah tantanganekonomi global.
"Di tengah dinamika perekonomian global yang penuhtantangan, penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu langkah nyatadalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Business Matching P3DN menjadi ruangkolaborasi yang mempertemukan produsen dengan para pengguna barang dan jasapemerintah sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mendorongpeningkatan penggunaan produk lokal," ujar Ratu.
Menurut Ratu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terusmenunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi P3DN secara konsisten.Upaya tersebut telah mengantarkan Provinsi DKI Jakarta meraih Peringkat IPenghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri kategori Pemerintah Daerah Provinsiselama tiga tahun berturut-turut, sebagai bentuk keberhasilan dalam mendorongbelanja produk dalam negeri pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.
"Sebagai pusat perekonomian nasional, Jakarta memilikitanggung jawab untuk menjadi contoh dalam implementasi P3DN. Kami terusmendorong seluruh perangkat daerah dan BUMD agar memprioritaskan penggunaanproduk dalam negeri pada setiap proses pengadaan, sehingga manfaat ekonominyadapat dirasakan langsung oleh industri nasional dan pelaku usaha diIndonesia," lanjutnya.
Ratu juga mengajak seluruh perusahaan berkesempatan turutserta dalam Business Matching ke-31 ini untuk dapat memaksimalkan momentumacara ini sebagai sarana memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaringbisnis, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Selain menjadi ajang temu bisnis, penyelenggaraan BusinessMatching Batch 31 juga menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas bagipelaku usaha melalui sosialisasi terkait legalitas usaha, sertifikasi,pembiayaan, standardisasi produk, hingga penguatan koperasi. Langkah inidiharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri agar semakin siapmemenuhi kebutuhan pengadaan pemerintah maupun pasar yang lebih luas.
Melalui penyelenggaraanBusiness Matching P3DN Batch 31, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskankomitmennya untuk terus memperkuat ekosistem industri nasional, meningkatkanpenggunaan produk dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Jakarta sebagai kota global.