UMKM dan Ekonomi Kreatif Perkuat Daya Saing Jakarta Menuju 50 Kota Global
JAKARTA - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth
Ratu Rante Allo, menegaskan bahwa penguatan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi
salah satu strategi penting untuk membawa Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota
global pada 2030.
Menurutnya, di tengah pertumbuhan ekonomi Jakarta yang
terus menunjukkan kinerja positif, penguatan sektor riil melalui UMKM menjadi
faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan,
dan berdaya saing.
"Sejalan dengan visi Gubernur Pramono Anung, Dinas
PPKUKM terus membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu melahirkan pelaku
usaha kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,"ucap
Ratu dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Ratu menjelaskan, kota global tidak hanya dibangun melalui
infrastruktur dan investasi, namun juga melalui ekonomi masyarakat yang kuat.
Ia menegaskan bahwa UMKM menjadi fondasi utama dalam
membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja,
menghasilkan inovasi, dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
"Visi tersebut kami wujudkan melalui program
JakPreneur. Melalui program ini, kami terus berupaya mengintegrasikan
pengembangan kapasitas usaha. Kami juga terus memberikan pendampingan usaha,
membantu akses pembiayaan, perluasan akses pasar, hingga percepatan
transformasi digital," papar Ratu.
Ratu lantas memaparkan data pertumbuhan usaha binaan
Pemprov DKI Jakarta yang terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke
tahun.
Berdasarkan data pada 10 Juli 2026, tercatat usaha binaan
Jakarta Entrepreneur (JakPreneur) mencapai total 422.617. Dari angka ini,
344.704 anggota atau 81,56 persen berstatus aktif.
"Tingginya jumlah usaha binaan aktif ini menunjukkan
satu hal, bahwa ekosistem kewirausahaan yang tumbuh di Jakarta semakin kuat.
Ini sebagai modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan
kreativitas," katanya.
Data lain milik Dinas PPKUKM menunjukkan bahwa pelaku
ekonomi kreatif mendominasi ekosistem UMKM binaan.
Subsektor kuliner menjadi yang terbesar dengan 198.581
pelaku usaha atau 46,99 persen, disusul fesyen sebanyak 24.116 usaha, craft
9.073 usaha, seni 1.267 usaha, desain 693 usaha, fotografi 20 usaha, dan game
11 usaha.
"Keberagaman subsektor ini mencerminkan besarnya
potensi ekonomi kreatif Jakarta yang terus berkembang sebagai sumber
pertumbuhan ekonomi baru," tutur Ratu.
Selain memperkuat kapasitas usaha, Dinas PPKUKM juga terus
mempercepat transformasi digital UMKM. Saat ini 278.155 peserta JakPreneur atau
65,82 persen telah terdigitalisasi, sedangkan 144.462 peserta atau 34,18 persen
masih menjalani proses pendampingan.
Digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperluas
akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus memperkuat daya saing UMKM
di era ekonomi digital.
Merujuk pada data-data ini, Ratu mengaku optimistis UMKM
yang kuat akan melahirkan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kompetitif di
Jakarta. Ia juga mengaku optimistis visi Gubernur Pramono membawa Jakarta masuk
sebagai 50 kota global dapat terwujud, mengingat apa yang progres signifikan
JakPreneur dalam memberdayakan UMKM binaan.
"Kami terus menjalankan arahan Bapak Gubernur Pramono
dengan memastikan UMKM Jakarta menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung
terwujudnya visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan masuk
dalam jajaran 50 kota global dunia pada 2030," pungkas Ratu.