Jakarta Perkuat Implementasi P3DN Melalui Business Matching Batch 30 Tahun 2026
Jakarta, 27 April 2026 – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha
Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Business
Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Batch 30
Tahun 2026 pada 27–30 April 2026 di Grha Ali Sadikin, Balaikota DKI Jakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam
memperkuat implementasi penggunaan produk dalam negeri sekaligus mendorong
pertumbuhan industri nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Pembukaan kegiatan berlangsung pada
Senin (27/4) dan dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, BUMD, pelaku usaha,
serta berbagai stakeholder terkait. Kegiatan Business Matching dilaksanakan
setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB sebagai ruang kolaborasi antara
pemerintah dan pelaku industri dalam memperluas penggunaan produk dalam negeri
pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Sambutan pembukaan disampaikan oleh
Sekretaris Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Nur Hidayat, mewakili Kepala
Dinas PPKUKM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa situasi global saat ini
masih menghadapi berbagai tantangan akibat konflik geopolitik internasional
yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia, gangguan rantai pasok global,
hingga meningkatnya biaya produksi.
“Dalam konteks inilah, program
Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menjadi sangat penting dan
strategis. Belanja produk dalam negeri bukan sekadar pilihan administratif,
tetapi merupakan aksi nyata untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional,” ujar Nur
Hidayat.
Ia juga menyampaikan bahwa
implementasi P3DN di Jakarta terus diperkuat sejak tahun 2017. Komitmen
tersebut kembali membuahkan capaian membanggakan, di mana Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta berhasil meraih Peringkat 1 Penghargaan Penggunaan Produk Dalam
Negeri kategori Pemerintah Daerah Provinsi selama tiga tahun berturut-turut.
Selama empat hari pelaksanaan, Business
Matching P3DN Batch 30 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan,
mulai dari pemaparan promosi produk perusahaan exhibitor, sosialisasi, hingga
edukasi terkait penguatan industri dan perlindungan konsumen.
Pada hari pertama, kegiatan diisi
dengan pemaparan promosi produk dari sejumlah perusahaan, di antaranya PT
Surveyor Indonesia, PT Harda Mulia Perkasa, dan PT Grha Mizan Manikam. Selain
itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai tata cara penerbitan Surat Keterangan
Asal (SKA) dari Kementerian Perdagangan.
Memasuki hari kedua, peserta
memperoleh sosialisasi mengenai optimalisasi AI dalam penyusunan konten digital
marketing untuk meningkatkan daya tarik audiens dan penataan display produk
yang menghadirkan narasumber dari UNJ dan IKJ. Kegiatan juga dilanjutkan dengan
sosialisasi pemanfaatan dan mekanisme pendaftaran e-order untuk
meningkatkan akses pemasaran koperasi binaan Provinsi DKI Jakarta.
Pada hari ketiga, agenda diisi
dengan monitoring capaian P3DN Triwulan I oleh Dinas PPKUKM Provinsi DKI
Jakarta, serta edukasi mengenai layanan purnajual dan garansi baterai kendaraan
listrik (EV) dalam rangka perlindungan konsumen pengguna EV yang disampaikan
oleh BPSK.
Sementara itu, pada hari terakhir,
peserta mendapatkan sosialisasi mengenai digitalisasi sistem pembayaran dan
perlindungan konsumen dari Bank Indonesia, serta edukasi kewaspadaan terhadap
entitas keuangan ilegal yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain sesi sosialisasi dan
edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi berbagai perusahaan
exhibitor untuk memperkenalkan produk unggulannya sekaligus membangun jejaring
dan peluang kerja sama dengan berbagai stakeholder.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI
Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyampaikan bahwa kegiatan Business
Matching diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku
industri nasional dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
“Kegiatan Business Matching
ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan kebutuhan
pemerintah dengan potensi industri nasional. Dengan sinergi yang kuat,
penggunaan produk dalam negeri dapat terus meningkat dan memberikan dampak
nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Elisabeth.
Ia juga menegaskan bahwa Jakarta akan terus mengoptimalkan pemberdayaan industri dengan fokus pada peningkatan value added demi mewujudkan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global yang berdaya saing, sekaligus menghadirkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.