Dinas PPKUKM Perkuat Peran Jakarta Creative Hub Sebagai Inkubator Talenta Siber Muda Lewat Cyber Breaker 2026
JAKARTA - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil
dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat peran Jakarta
Creative Hub (JCH) sebagai inkubator talenta siber muda di bidang keamanan
siber. Upaya ini juga menjadi bagian dari Program Pelatihan Gig Economy yang
digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ekonomi
Kreatif, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM Provinsi DKI
Jakarta. Peran tersebut ditegaskan dalam terselenggaranya Cyber Breaker Competition
(CBC) Launching yang menjadi bagian dari rangkaian Cyber Breaker 2026, hasil
kolaborasi Peris.ai dan Rex Regum Qeon (RRQ).
Kepala Dinas PPKUKM
Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan penguatan peran
Jakarta Creative Hub merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam
membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan.
"Keamanan siber
semakin dibutuhkan di era transformasi digital. Atas dasar itu, kami posisikan
Jakarta Creative Hub bukan hanya sebagai ruang kreatif, tetapi sebagai
inkubator talenta yang mampu menjembatani anak muda dengan kebutuhan industri
kekinian," ucap Ratu dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Keamanan siber merupakan
salah satu sektor strategis yang terus berkembang. Pemanfaatan Jakarta Creative
Hub diharapkan dapat memastikan talenta siber muda Jakarta berdaya bersaing di
tengah perkembangan teknologi digital.
Ratu mengatakan,
kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencetak talenta unggul yang
adaptif terhadap kebutuhan industri global.
"Pengembangan talenta
memerlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, dan akademisi.
Jakarta Creative Hub menjadi ruang yang mempertemukan seluruh elemen
tersebut," tuturnya.
Adapun kegiatan Cyber
Breaker Competition (CBC) Launching yang diselenggarakan pada 16 April 2026 di
Jakarta Creative Hub menghadirkan peserta dari berbagai kategori, mulai dari
pelajar SMA/SMK hingga mahasiswa dan profesional muda.
Pada kategori entry level,
tercatat 34 peserta dari 36 pendaftar yang berasal dari 17 sekolah di wilayah
Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.
Sementara itu, pada
kategori expert level, sebanyak 48 peserta dari 51 pendaftar yang terdiri dari
mahasiswa dan pekerja lepas turut ambil bagian dalam kompetisi.
"Tingkat kehadiran
yang mencapai 99 persen pada entry level dan 98 persen pada expert level
menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap pengembangan kompetensi
di bidang keamanan siber," kata Ratu.
Selain kompetisi, kegiatan
ini juga menjadi ruang kolaborasi ekosistem yang melibatkan komunitas,
industri, hingga pelaku UMKM.
Jakarta Creative Hub turut
menghadirkan dukungan UMKM binaan Jakpreneur yang mengisi area bazar, serta
kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif untuk memperkaya pengalaman
peserta.
Melalui Cyber Breaker 2026
ini, peran Jakarta Creative Hub semakin kuat sebagai pusat pengembangan talenta
digital yang inklusif dan berkelanjutan.
"Sehingga kolaborasi
ini tidak hanya mencetak generasi muda unggul di bidang keamanan siber, tetapi
juga membuka lebih banyak peluang kerja, kolaborasi, dan inovasi yang relevan
dengan kebutuhan industri masa depan," ujarnya.
"Dinas PPKUKM akan
terus mendukung ekosistem ini agar talenta siber muda Jakarta mampu bersaing di
tingkat global," sambung Ratu.