Jakarta Jalin Kerja Sama Dagang dengan Tiongkok, Perluas Akses Pasar Bagi UMKM
Beijing, 10 April 2026 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan Tiongkok.
Kerja sama ini dijalin melalui partisipasi aktif Dinas PPKUKM dalam rangkaian forum dagang Indonesia - Tiongkok yang berlangsung di Wuhan dan Beijingpada 30 Maret - 1 April 2026.
Adapun forum dagang dimaksud antara lain, Indonesia–China Food &Ecosystem Forum 2026, The 14th China Food Trade Fair 2026, serta China–Indonesia Trade and Investment Forum 2026 dan Indonesia–China SME,Trade and Investment Cooperation Forum 2026.
Kepala Dinas PPKUKM, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, partisipasi ini menjadi langkah strategis Jakarta dalam memperluas akses pasar global,memperkuat jejaring perdagangan internasional, serta mendorong peningkatandaya saing UMKM agar mampu menembus pasar internasional.
"Keikutsertaan Jakarta dalam rangkaian forum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi difokuskan pada penciptaan peluang kerja sama konkretyang berdampak langsung bagi pelaku usaha, khususnya usaha binaan Jakarta," ucap Ratu dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Usaha Binaan Jakarta Pamerkan Produk di Paviliun Indonesia
Dalam The 14th China Food Trade Fair 2026 di Wuhan, Jakarta berpartisipasi melalui Paviliun Indonesia bersama 17 exhibitor yang menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari makanan olahan, hasil perikanan, hingga produk kreatif bernilai tambah.
Melalui keikutsertaan ini, Dinas PPKUKM memfasilitasi promosi produk UMKMJakarta secara langsung kepada buyer, distributor, dan investor dari Tiongkok.
"Sejumlah produk mendapatkan respons positif, termasuk jenama SiTempehdan D’Carrel Popcorn, yang membuka peluang kerja sama pemasaran dan distribusi di pasar Tiongkok," papar Ratu.
Selain pameran, kegiatan ini juga diisi dengan business matching yang mempertemukan pelaku usaha Jakarta dengan mitra potensial, sehingga membuka peluang kontrak dagang dan perluasan jaringan distribusi internasional.
"Kami ingin pelaku usaha binaan tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujar Ratu.
Jakarta Sebagai Hub Distribusi Strategis
Sementara pada China–Indonesia Trade and Investment Forum 2026 dan Indonesia–China SME, Jakarta menegaskan posisinya sebagai pusat perdagangan nasional dan hub distribusi strategis yang memiliki konektivitas logistik kuat serta akses ke pasar ASEAN.
Ratu mengatakan,dalam forum tersebut, Jakarta mendorong penguatan kerjasama di berbagai sektor potensial. Seperti logistik dan rantai pasok, perdagangan ritel dan distribusi, serta ekonomi digital yang mendukung aktivitas perdagangan lintas negara.
Ratu memastikan bahwa kerja sama perdagangan ini memberikan manfaatnyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM.
“Penguatan perdagangan tidak hanya soal peningkatan nilai transaksi, tetapijuga bagaimana UMKM dapat terlibat dalam rantai pasok global melaluikemitraan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ratu menambahkan, momentum kerja sama dagang ini menjadi bagian darilangkah strategis Jakarta dalam memperkuat posisinya sebagai kota globalyang terintegrasi dalam jaringan perdagangan internasional.
"Sejalan dengan transformasi menuju 500 tahun Jakarta. Dengan keikutsertaan aktif dalam forum internasional ini, kami optimistis dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai perdagangan, serta mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing global," pungkas dia.