Dinas PPKUKM | Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Dinas PPKUKM DKI Dorong UMKM Jakarta Tembus Pasar Global di Forum Pangan RI–Tiongkok

Dinas PPKUKM DKI Dorong UMKM Jakarta Tembus Pasar Global di Forum Pangan RI–Tiongkok

WUHAN, 31 Maret 2026 - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta berpartisipasi dalam Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 dan The 14th China Food Trade Fair 2026 yang digelar di Wuhan, Tiongkok, 30 Maret 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan pemilik merek dari Indonesia dan Tiongkok untuk mendorong kerja sama yang nyata.


Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan,  forum ini menjadi momentum membuka peluang masuknya investasi industri pengolahan di sektor pangan. Tujuan utamanya yakni meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta memperluas pasar ekspor.


"Ini menjadi langkah konkret untuk membuka akses pasar global bagi usaha binaan kami di Jakarta. Kami ingin usaha binaan tidak hanya kuat di pasar lokal, tapi juga bisa masuk ke pasar internasional," ucap Elisabeth dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).


Potensi pasar Tiongkok sangat besar, terutama untuk produk makanan olahan dan hasil perikanan. Namun, kesiapan dari sisi kualitas, standar, dan kapasitas produksi menjadi kunci agar produk UMKM bisa bersaing.


"Untuk itu, Dinas PPKUKM terus melakukan pendampingan, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, sertifikasi, hingga penguatan kemasan dan branding agar sesuai dengan kebutuhan pasar global," katanya.


Selain membuka peluang ekspor, forum ini juga mendorong pelaku usaha untuk masuk ke rantai pasok industri yang lebih luas.


"Dengan begitu, usaha binaan tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri global yang lebih berkelanjutan," tuturnya.


Forum Pangan RI-Tiongkok ini dipimpin langsung oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Dalam forum tersebut, Maman dan Fajarini menekankan pentingnya memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk UMKM Indonesia.


Selain itu, Indonesia juga menghadirkan Paviliun Indonesia yang diikuti 17 exhibitor dengan berbagai produk unggulan, mulai dari hasil perikanan hingga makanan olahan bernilai tambah.


Elisabeth mengatakan, forum ini turut memberi sejumlah manfaat nyata bagi UMKM indonesia. Mulai dari terbukanya kontrak dagang dan akses distribusi di pasar Tiongkok, peluang masuknya investasi untuk memperkuat industri pengolahan di dalam negeri, hingga transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra global.


"Dengan adanya transfer teknologi, UMKM kita dapat meningkatkan kapasitas produksi, mendorong pertumbuhan lapangan kerja, dan mendongkrak daya saing produk Indonesia di level global," pungkas Elisabeth.

 

Bagikan: