Dinas PPKUKM | Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Perkuat Rantai Pasok Nasional, Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jatim Jalin Sinergi Strategis Misi Dagang 2026

Perkuat Rantai Pasok Nasional, Pemprov DKI Jakarta dan  Pemprov Jatim Jalin Sinergi Strategis Misi Dagang 2026

Jakarta, 2 Maret 2026 Pemerintah Provinsi DKI  Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan wilayah melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Komitmen ini diwujudkan dalam acara "Misi Dagang dan Investasi" yang diselenggarakan pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Menara Peninsula Hotel, Jakarta.

DKI Jakarta dan Jawa Timur merupakan kontributor utama perekonomian nasional. DKI Jakarta tercatat sebagai penyumbang PDRB terbesar di Pulau Jawa sebesar 29,31% dan menyumbang 16,62% terhadap PDB Nasional. Sementara itu, Jawa Timur merupakan kontributor terbesar kedua dengan nilai PDRB mencapai Rp 3.403,17 triliun pada tahun 2025. Sinergi ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyampaikan bahwa Jakarta bergantung pada pasokan komoditas unggulan asal Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan warga. "DKI Jakarta sebagai pusat konsumsi dan distribusi nasional sangat bergantung pada pasokan komoditas unggulan dari Jawa Timur, antara lain beras, cabai rawit, bawang merah, produk hortikultura, hingga produk perikanan. Hubungan ini menunjukkan adanya rantai pasok yang saling melengkapi antara sektor produksi di Jawa Timur dengan sektor perdagangan dan jasa di Jakarta," ujar Uus pada acara Misi Dagang, Senin (02/03).

Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa misi dagang ini merupakan langkah nyata dalam memperpendek rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjaga. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM kedua provinsi untuk memperluas akses pasar melalui pertemuan bisnis Government to Business (G to B) dan Business to Business (B to B).

"Fokus utama kami adalah memastikan security of supply atau kepastian pasokan bagi masyarakat Jakarta. Melalui forum ini, kita tidak hanya memfasilitasi transaksi jangka pendek, tetapi mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih dalam, termasuk investasi hilirisasi dan penguatan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mitra dari Jawa Timur untuk memperkuat ekosistem perdagangan di Jakarta," ungkap Elisabeth di Menara Peninsula Hotel (02/03).

Sebagai gambaran, total nilai perdagangan kedua provinsi telah mencapau Rp 89,21 triliun. Pada pelaksanaan misi dagang periode sebelumnya di tahun 2021, kerja sama ini berhasil membukukan komitmen transaksi sebesar Rp 750,44 miliar dari 103 transaksi dagang.

Melalui pelaksanaan tahun 2026 ini, diharapkan kerja sama antara DKI Jakarta dan Jawa Timur dapat terus berkembang secara berkelanjutan, menciptakan iklim investasi yang sehat, meningkatkan pendapatan daerah, serta secara kolektif mendorong kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi melalui produk dan layanan yang lebih berkualitas.


Bagikan: