UMKM Binaan Jakarta Tembus 412 Ribu, Perkuat Visi Pramono Anung Bangun Ekonomi Inklusif
JAKARTA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil danMenengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta melaporkan pertumbuhan jumlahpelaku UMKM binaan program Jakarta Enterpreneur (Jakpreneur)menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allomenyampaikan, sebanyak 20.257 usaha baru bergabung pada tahun lalu.
"Penambahan ini membuat total keanggotaan UMKM dalam naunganJakpreneur meningkat 5,16 persen, dari 392.207 peserta pada 2024 menjadi412.464 peserta pada akhir 2025," ucap Elisabeth dalam keterangannya,Jumat (6/2/2026).
Pertumbuhan jumlah UMKM binaan ini sejalan dengan visi Gubernur DKIJakarta Pramono Anung yang menempatkan penguatan ekonomi kerakyatandan kewirausahaan sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomiJakarta. Di Jakarta sendiri terdapat sedikitnya 1,1 juta pelaku usaha kecilmenengah, dengan 412 ribu di antaranya merupakan binaan langsung DinasPPKUKM.
Elisabeth menjelaskan, angka pertumbuhan usaha kecil di Jakarta inimemperlihatkan bahwa minat masyarakat untuk berwirausaha terus meningkat.
Menurutnya, ekspansi berbasis UMKM mendorong peningkatan produksi skalakecil-menengah, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas perdagangan dankonsumsi domestik.
"Ekspansi basis UMKM ini turut memperkuat aktivitas produksi, perdagangan,serta penciptaan lapangan kerja, sehingga menjadi salah satu faktor yangmendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,21 persen,"jelasnya.
Data Dinas PPKUKM menunjukkan bahwa ekspansi ekosistem kewirausahaanberjalan cukup kuat sepanjang 2025.
Menurut Elisabeth, seluruh indikator peningkatan usaha mengalami kenaikansignifikan, seperti indikator pendaftaran (P1) naik sebesar 5,16 persen danreaktivasi profil usaha yang melonjak 36,86 persen.
"Tingginya reaktivasi profil usaha ini menunjukkan semakin banyak pelakuusaha lama kembali aktif dan memperbarui data usaha. Ini sekaligusmeningkatkan kualitas basis data UMKM dan efektivitas intervensi program,"ucapnya.
Di sisi hilir, layanan pemasaran (P5) tumbuh pesat, didukung peningkatankegiatan fasilitasi pemasaran dari 509 kegiatan pada 2024 menjadi 670kegiatan pada 2025 (naik 31,63 persen), serta peningkatan peserta pemasaransebesar 40,85 persen.
Kenaikan ini berkontribusi pada peningkatan transaksi digital UMKM yangtercatat naik 49,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun layanan lanjutan seperti pelatihan (P2), pendampingan (P3), perizinan(P4), dan pelaporan keuangan (P6) relatif stabil.
"Ke depan, Dinas PPKUKM berkomitmen memperkuat layanan pendampingan,pemasaran, dan akses pembiayaan agar peningkatan jumlah pelaku usahajuga diikuti peningkatan skala dan daya saing," pungkas Elisabeth.